Begini Tanggapan Kabag Prokompim Tanjungpinang Soal Kabar Arogansi Ajudan Wako
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Bobby Wira Satria, S.STP, M.Si. Foto - istimewa/SS

SUARATEMPATAN.COM – Menghangat kabar sikap arogan ajudan Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma SIP, kepada awak media saat bertugas. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Bobby Wira Satria, S.STP, M.Si memberikan tanggapannya.

Bobby menggarisbawahi, dalam menjalankan tugas pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), peran protokol sangat penting. Protokol berperan pada berbagai kegiatan yang dihadiri pimpinan.

“Bisa saja acara resmi, kunjungan kerja, penerimaan tamu dan kegiatan lainnya,” tuturnya, Kamis (12/8/2021).

Kegiatan yang dihadiri pimpinan diharapkan berjalan lancar dan di sinilah kehadiran protokol dibutuhkan. Mereka membantu mempersiapkan tugas dan pelaksanaan kegiatan.

Protokol juga memiliki dasar hukum berupa Undang Undang No. 9 tahun 2010 pada pasal 1 ayat 1 tentang Keprotokolan.

Bobby lantas menyinggung ajudan yang mengawal kepala daerah. Bagi sebagian pihak, bentuk profesionalitas bisa saja dianggap keliru. Misalnya dianggap menghalangi orang lain untuk mendekati atau bagi wartawan mewawancarai kepada daerah.

Ia lantas menjelaskan, apa yang dilakukan ajudan Wali Kota Tajungpinang dan dianggap menghalangi tugas wartawan sebenarnya hanya melaksanakan tugas.

“Agar Wali Kota segera ke lokasi kegiatan selanjutnya karena sudah terlambat,” jelas Bobby.

Kabar tentang aksi dorong juga dibantahnya. “Tidak ada kekerasan atau bahasa yang tidak sopan. Mereka hanya mengarahkan agar Wali Kota segera masuk ke dalam mobil dan secepatnya pindah ke kegiatan berikutnya,” imbuh Bobby.

Pun tentang jadwal harian kepala daerah, Bobby mengatakan tetap melakukannya. Hanya jika kegiatan bersifat konsolidasi internal atau rapat terbatas, memang jadwalnya tidak dishare.

Meski demikian,

Kabag Prokompim berjanji akan selalu mengevaluasi seluruh kinerja stafnya agar selalu mengikuti aturan, protap, dan mengedepankan pelayanan prima.

“Mohon kami dimaafkan jika ada sikap yang kurang berkenan. Kami menerima kritik sebagai bahan evaluasi kinerja Prokompim,” kata Bobby. (zai)