Corona, Masyarakat Bisa Terancam Kelaparan

BATAM – Direktur Visi Anak Nusantara, Roni Yushendra Koto mengingatkan pemerintah soal efek atas kebijakan sosial distancing (jaga jarak) melawan wabah corona. Sebab kondisi ini mulai memporakporandakan ekonomi rakyat kecil.

“Mereka mulai teriak kelaparan karena tidak bisa mengais rezeki. Pedagang kecil, tukang parkir, pengemudi taksi, ojek online dan sektor non formal tengah meringis kesakitan. Mereka dan keluarganya terancam tidak bisa makan,” kata Roni, Selasa (24/3).

Atas kondisi ini, Roni mengetuk hati para penguasa dan pengambil kebijakan untuk mendengar jeritan penderitaan rakyat tersebut.

Katanya, jangan sampai masyarakat frustasi karena tidak tau lagi cara mendapatkan rezeki demi bertahan hidup.

“Kalau yang punya deposito, gaji bulanan tetap dan orang kaya, mereka bisalah ongkang ongkan kaki (santai). Tapi di luar itu, mereka lagi panik dan frustasi,” tegas Roni.

Roni pun menyentil bahwa selama ini calon pemimpin negeri lebih banyak berkutat pada visi dan misi pencapaian. Namun mereka alfa bagaimana mengatasi wabah dan bencana.

Roni juga mengutuk prilaku para spekulan yang mencoba-coba menimbun masker dan sanitizer.

“Mana nurani kalian. Kok menangguk untung di situasi genting ini,” cetusnya.

Roni pun berharap semua pihak menghormati keputusan pemerintah tentang sosial distancing.

“Jangan ada yang kucing-kucingan melanggar ini. Aparat juga harus bertindak tegas jika menemukan kondisi tersebut,” kata Roni.

Pihaknya juga mengingatkan, jangan sampai rakyat bergerak menegakkan keadilan di situasi genting ini.

“Kami menangkap situasi ini. Makanya kami perlu suarakan,” pungkasnya.

Habibi

Senada Ketua Lembaga Pemuda Indonesia Bersatu, Habibi menyatakan, pemerintah juga harus memikirkan ekonomi masyarakat yang saat ini diambang ancaman kelaparan.

“Baru beberapa hari, banyak sekali masyarakat yang menyeluhkan bagaimana cara survive. Soalnya mata pencarian mereka sudah terancam,” kata Habibi.

Kondisi ini tegasnya mesti dipotret pemerintah juga.  “Kalau tidak, kemana mereka akan mengadu,” ujarnya. (st)