Dapat Bukti Transfer Editan, Pengurus Masjid Jadi Korban Penipu yang Catut Nama Wako
Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma SIP meminta masyarakat waspada bila ada yang bantuan mengatasnamakan dirinya dan Wawako Endang Abdullah, Ahad (19/12/2021). Foto - prokompim tanjungpinang Hukum dan Kriminal Tanjungpinang

SUARATEMPATAN.COM – Seorang pengurus masjid di Kampung Sidomulyo, Tanjungpinang, Kepri mengalami kerugian jutaan rupiah.

Diceritakan oleh Hantoni, Ketua RT Kampung Sidomulyo kepada Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma SIP belum lama ini, penipuan ini berawal dari SMS penipu.

Pada hari Jumat (17/12/2021) pengurus masjid mendapatkan pesan singkat via WhatsApp dari seseorang. Isinya Wali Kota Tanjungpinang menyalurkan bantuan uang operasional untuk masjid yang dikelolanya.

Pencatut nama Wali Kota kemudian meminta nomor rekening. Tak berapa lama pengurus masjid kembali mendapatkan WA disertai bukti transfer uang bantuan.

Namun sejurus kemudian penipu mengatakan transfer bantuan masjid kelebihan, dan pengurus masjid diminta mengembalikan kelebihannya.

Percaya dengan bukti transfer hasil editan, pengurus masjid tak lagi melakukan pengecekan.

“Ternyata bukti transfer itu hanya editan, dan oknum tersebut memanfaatkan waktu di luar jam kerja bank agar pengurus tidak dapat mengeceknya di bank,” kata Hantoni.

Akibat kejadian ini, korban menderita kerugian jutaan rupiah.

Atas kejadian ini Wali Kota Tanjungpinang meminta masyarakat waspada. Apalagi jika mendapatkan SMS atau pesan uang mengaku dari dirinya juga Wawako Endang Abdullah dengan modus penyaluran bantuan.

Ajakan waspada itu disampaikan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Boby Wira Satria S.STP, M.Si, Ahad (19/12/2021).

“Jika ada kejadian serupa, mohon konfirmasikan dahulu kepada RT atau RW, bisa juga ke OPD terkait,” pinta Boby.

Sementara Rahma sendiri memberikan penjelasan, jika Pemkot Tanjungpinang memberikan bantuan, dipastikan ada koordinasi dengan RT atau RW setempat.

“Pastikan dahulu minimal kepada RT setempat terkait pesan singkat maupun informasi apapun yang didapat oleh masyarakat,” pesan Rahma.

Merekayasa bukti transfer, imbuh dia, adalah hal yang sangat mudah di zaman teknologi maju seperti sekarang ini.***