Dilema Warga Pulau, Kapal Pelni Tunda Jadwal, Kapal Kayu Tak Berani Angkut
KM Bukit Raya yang menjadi harapan warga Natuna yang bepergian ke Tanjungpinang namun tertahan sementara karena penerapan PPKM oleh pusat. Foto - istimewa

SUARATEMPATAN.COM – Aldi, warga Natuna yang berniat menjemput anaknya di Tanjungpinang masuk SD di Natuna harus tinggal hampir sebulan lantaran menunggu jadwal keberangkatan kapal.

Saat menghubungi suarasiber.com, Kamis (19/8/2021), sampai hari ini ia hampir ketemu lagi empat hari Jumat.

Perajin limbah kaca ini sempat senang ketika datang ke Kantor PT Pelni Tanjungpinang di Batu 5 Bawah, sepekan lalu. Saat itu ada pengumuman jika KM Bukit Raya akan berlayar.

“Sampai ke Batam tanggal 21 Agustus, berarti dari Jakarta tanggal 19. Namun beberapa hari kemudian pengumuman itu tak ada lagi dan kami calon penumpang diberi tahu jadwal dibatalkan, mengikuti PPKM pusat sampai 23 Agustus,” kata Aldi.

Sempat mencari alternatif menghubungi ABK kapal kayu, namun mereka tak ada yang berani. Karena jika ketahuan membawa penumpang akan diminta putar balik di daerah tujuan.

Sebenarnya ada alternatif lain yakni Kapal roro Bahtera Nusantara yang berangkat pada Rabu (25/8/2021) mendatang. Itu artinya sudah melewati batas PPKM yakni 23 Agustus, sehingga Aldi lebih memilih naik Bukit Raya.

“Kami juga harus menyiapkan syarat perjalanan laut, yakni tes. Apakah harus Swab Antigen atau PCR. Kalau PCR kan mahal, meski dari Rp900 ribu ada penurunan harga 45 persen,” lanjut Aldi.

Meldya, Live Agent INFO PELNI 162 yang dikonfirmasi memberikan jawaban untuk Pelabuhan Kijang, kapal Pelni sementara waktu belum bisa sandar.

“Dikarenakan untuk Pelabuhan Kijang informasi saat ini masih ditutup sementara,” ujarnya. (zai)