Dugaan Korupsi Pimpinan DPRD Batam Harus Diusut Tuntas
BATAM, Kasus Dugaan Korupsi Dana Konsumsi Pimpinan DPRD Kota Batam hingga saat ini tetap berjalan walau dinilai oleh sebagaian masyarakat dan juga para penggiat antikorupsi menuding Kajari Kota Batam sedikit lamban dalam cara penanganannya. Masyarakat Batam pun berharap serta tetap sabar menunggu tindak lanjut penyidikan kasus dugaan korupsi dana konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam, yang tengah disidik oleh Kajari Batam tersebut harus berakhir hingga tuntas.

Dan, saat dikonfirmasi oleh media HITVBERITA.com terkait kasus dugaan korupsi tersebut kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam, (7/6/2020), lewat pesan WhatsApp nya Kajari Kota Batam mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu hasil Audit BPKP berapa kerugian Negara yang timbul terkait kasus dugaan korupsi dana konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam itu.

Ketua Umum Aliansi LSM/ORMAS Peduli Kota Batam, Ismail mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau proses penyidikan dugaan kasus korupsi dana konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam tersebut hingga tuntas, mengingat kasus itu menurut analisanya dan diduga dilakukan secara sistematis selama tiga tahun anggaran. Yaitu, mulai dari tahun 2017, 2018 dan 2019.

“Nah sekarang kan sudah masuk proses penyidikan dan seharusnya sudah bisa dong langsung melakukan pemanggilan para tersangka, tapi kelihatannya belum nampak kearah tersebut, siapa calon tersangkanya, karena Kajari baru mau menghitung dulu berapa banyak kerugian Negara,” ujar Ismail menjelaskan.

Ismail juga mendengar adanya rumors miring yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa terkait lambannya penanganan kasus dugaan dana konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam, yang kasusnya tengah ditangani oleh pihak Kajari Kota Batam tersebut, sebagai dituding telah “masuk angin” alias diduga telah dikondisikan agar kasusnya jalan ditempat.

“Yah wajar saja jika ada tudingan miring dari masyarakat seperti itu, namun seyogyanya kita tetap tidak berburuk sangka dan selalu mengedepankan azas praduga tak bersalah, Hanya saja bila pada pekan depan ini masih belum ada perkembangan yang ditangani oleh penyidik, maka sesuai dengan janji saya sebagai Ketum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kota Batam, saya akan melayangkan surat kepada KAJATI Kepri agar kasus tersebut diambil alih saja, dan jika itu pun sama dalam cara penanganannya kitapun bisa tembuskan lagi ke Jampidsus di Kejaksaan Agung Pusat, agar para pimpinan Korp Adyaksa dipusat tersebut mengetahui kondisi institusi dibawahnya seperti apa?” janji Ismail yang akan melaporkan ke Kejaksaan Agung jika kasus dugaan korupsi dana Konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam tersebut dilakukan oleh Kajari Kota Batam dengan cara main-main.

Pasalnya, menurut Ismail yang juga sebagai Kepala Biro Redaksi HITVBERITA.com Kota Batam mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali meminta konfirmasi melalui Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Batam namun tidak pernah di respon.

Bahkan saat awak media HITVBERITA.com mendatangi Kantor Kejaksaan Negri Kota Batam, pejabat yang bersangkutan tidak pernah ada ditempat.

Sehingga untuk mendapatkan informasi yang akurat HITVBERITA.com pun meminta konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam, dan langsung dibalas oleh Dedie selaku Kajari Kota Batam lewat pesan WhatsApp-nya, yang mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu hasil audit BPKP berapa kerugian Negara yang timbul dari kasus dugaan korupsi dana konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam Tersebut. (ST/hitvberita.con)