Jaksa Harus Selidiki PT. Bahana Krida Nusantara dan Keterlibatan Kemenag Bengkulu
BENGKULU, Aparat penegak hukum, dalam hal ini pihak Kejaksaan harus melakukan penyelidikan terhadap PT. Bahana Krida Nusantara, terkait dugaan permainan Lelang (tender) yang dimenangkan perusahaan kontraktor tersebut.

Sebaiknya kontraktor pemenang Lelang ditinjau kembali, apakah layak atau tidak mengerjakan proyek pembangunan revitalisasi Gedung Asrama Haji Bengkulu itu.

Karena pada pengerjaan sebelumnya pada Tahun 2017, bermasalah. Selain pihak kontraktor juga orang dalam Kemenag Provinsi Bengkulu yang terlibat dalam dugaan permainan Lelang proyek tersebut juga harus dimintai keterangan.

“Jika terbukti ada permainan maka aparat penegak hukum harus memprosesnya lebih lanjut,” terang sumber yang menolak namanya dicatat.

Proyek pembangunan yang bersumber dari anggaran APBN itu, tidak boleh dimain-mainkan. Jangan sampai pelaksana proyek tersebut bermasalah bisa tidak selesai sesuai rencana kerja. “Saya berharap pembangunan gedung revitalisasi Asrama Haji ini sesuai harapan, dan menjadi kebanggaan warga Bengkulu,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, rangkuman sumber di lapangan, ada temuan Pembangunan Proyek Asrama Haji Bengkulu Tahun 2017 yang lalu, sebagai PPK-nya adalah Zahdi (Kakanwi l sekarang). Pada 2017 lalu beliau sebagai Kepala Bidang Haji sekaligus PPK. Informasi lainnya, sampai 2 kali pernah diputus kontrak kerja dari SPK setelah memenangkan lelang.