Jembatan Penyeberangan Orang Pertama di Karimun Senilai Rp3 M Lebih, Warga Sudah Nunggu 5 Tahun
Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proyek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) pertama di Kabupaten Karimun. Pembangunan fasilitas umum ini menelan duit APBD Rp3 miliar lebih. Foto - ist

SUARATEMPATAN.COM – Semakin banyaknya jumlah penduduk di Kabupatan Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri berimbas pada semakin tingginya risiko para penyeberang jalan raya.

Pemkab Karimun pun merencanakan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO). Rencana ini sudah dibuat lima tahun lalu namun terkendala biaya, termasuk dengan datangnya pandemi Covid-19 yang mengharuskan Pemda melakukan refocussing anggaran.

JPO pertama di Bumi Berazam ini akan membentang di atas Jalan Ahmad Yani. Memili tinggi 5,2 meter dan panjang jembatan 22 meter.

Pekerja mulai mengerjakan proyek ini sejak beberapa pekan terakhir.

Keterangan yang disampaikan Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Karimun, Zulfan, JPO dibangun CV Jeris Putra Riau dengan spesifikasi bahan menggunakan PCI girder.

Zulfan menegaskan pembangunan JPO ini pasti dilaksanakan sehingga nanti bisa membantu warga yang akan menyeberang jalan tanpa terganggu arus lalu lintas di bawahnya.

Sementara Bupati Karimun H Aunur Rafiq mengakui keterlambatan JPO ini. Alasannya kondisi keuangan daerah yang belum optimal.

Ia pun menceritakan, JPO itu diusulkan masyarakat termasuk LMB.

“Alhamdulillah tahun ini pemerintah bisa mewujudkannya,” kata Aunur.

Proyek ini memakan biaya APBD Rp3 miliar lebih yang dianggarkan secara bertahap dari tahun 2011 hingga 2022.

Tahun ini dikucurkan Rp2 miliar lebih, tahun depan Rp1 miliar. Dengan anggaran Rp2 miliar lebih, seluruh badan JPO akan selesai.

Sedangkan atapnya menyusul, dibangun dengan anggaran tahun 2022.

Jika dilihat dari lokasi JPO memang termasuk jalur lalu lintas yang padat. Salah satu kelompok pengguna jembatan ini nantinya adalah anak sekolah. (zai)