Jenazah Covid-19 Dimakamkan Malam Ini, Tubuhnya di Wrapping, Ini Alasanya.

BATAM, SUARATEMPATAN.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengakui pasien pertama positif covid-19 di Batam meninggal dunia, Minggu (22/3/2020) sekira pukul 19.30 WIB.

Pasien tersebut langsung dibawa dari ruang jenazah menuju pemakaman malam ini juga

“Jam 19.30 tadi meninggalnya,” kata Didi sekira pukul 21.00 WIB.

Foto Ilustrasi : Korban Virus Corona.

Diakuinya sebenarnya kalau pasien Covid kalau tak ada penyakit lain gejalanya tak berat.

Bahkan bisa disembuhkan.

“Kebanyakan yang meninggal itu usia tua. Diatas usia 50 itu rentan ditambah lagi dengan penyakit lainnya. Pasien tersebut ada penyakit lain tapi kita tak boleh sebutkan,” tegas Didi.

Berbeda dari jenazah biasanya, sebelum dikebumikan, pasien terinfeksi covid-19 akan dirapping menggunakan plastik. Dinkes Kota Batam mendapat bantuan kantong jenazah dari Pol Air yang khusus infeksi.

“Kemudian dimasukkan kesana lalu di masukkan kedalam peti. Nah peti di rapping. Sebenarnya kalau mau dibakar lebih bagus,” katanya.

Sayangnya seorang tokoh Tionghoa di Kota Batam menyebutkan kalau malam tak boleh dibakar. Untuk keluarga boleh melihat jenazah yang sudah dirapping untuk terakhir kalinya.

“Tapi kita membatasi jumlah orang dan tak boleh lama-lama. Dari Ruang Jenazah langsung dibawa ke kuburan,” kata Didi lagi.

Jenazah akan  wrapping

Pasien Positif virus Corona di Kota Batam akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RS. Embung Fatimah Batam, Minggu (22/3/2020).

Hal ini dibenarkan oleh Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi saat dihubungi.

“Iya jam 19.30 WIB tadi,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Didi, jenazah sendiri akan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang Kota Batam.

“Jenazah akan dilakukan wrapping (dibalut pembungkus),” sambungnya.

Korban Meninggal di Batam

Pasien yang positif Virus Corona yang di Rawat di Rumah Sakit Embun Fatimah KOta Batam meninggal dunia.

Pasien Sempat dirawat beberapa hari disana. Namun kondisinya semakin memburuk dan akhinya meninggal dunia.

Kadinkes Batam Didi Kusmarji saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (22/3/2020) malam membenarkan hal tersebut.

“Benar pasien meninggal,” ujar Didi saat dikonfirmasi.

Untuk diketahui, di Batam ada 2 orang yang positif terjangkit Covid-19 di Batam.

Sementara untuk di Kepri sudah 4 orang.

1 orang di Tanjungpinang dan 1 pasien di Karimun.

Sementara dua orang berada di Batam.

Meninggalnya seorang pasien yang ada di Batam tentunya menjadi kasus pertama yang meninggal di Kepri. (ST/Indra)

 

SUMBER : TRIBUN BATAM