NATUNA, Menanggapi perdebatan di media sosial antara Kepala Dinas Kominfo Natuna, Raja Darmika dengan  Kepala Telkom, Eddy.
Ketua DPD Perpat Natuna, Rian Andrianada mengatakan, jangan terlalu dibesar-besarkan, dan berlarut perang dabat di medsos.  Tidak etis rasanya pimpinan Kominfo dengan  Kepala Telkom perang argumen.

“Saran saya lebih baik berjabat tangan, satukan misi membangun negeri di bidang Telekomunikasi di Natuna,” ucapnya kepada suaratempatan.com, Sabtu (8/2).

Sebagai mana postingan Raja Darmika yang dilansir di media berjudul “Kemampuan Indonesia Deteksi Virus Corona Memprihatinkan”.

Eddy berkomentar, sampaikan informasi yang menyejukkan pada publik. “Assalamualaikum, mohon cubelah Bpk memberikan informasi yang menyejukan pada warga,” sarannya.

Lalu Kadis Kominfo Natuna, Raja Darmika membalasnya, bagaimana bisa menyejukkan hati. “Walaikumsalam. Maaf pak, bagaimana lah saye bise menyejukkan hati, hati saye saje tak sejuk akibat info dari pemerintah pusat. Bagaimana saye bise menyejukkan hati orang lain,” timpalnya.
Kata Raja, panglima bilang jarak karantina 5 sampai 6 Kilometer, nyatanya tidak lebih dari 2km.
Pejabat Kemenkes RI, bilang Natuna tidak seberapa penduduknya. “Kite 80 ribu ini ape? Jadi untuk informasi publik yang seharunya masyarakat wajib tahu harus dengan serta merta pemerintah sediakan. “Kami pemerintah daerah tidak tahu same sakali. Tak dianggap. Bagaimana posisi ini? Saya memposisikan berada di masyarakat yang kecewa, kuatir dan bahkan takut,” ucapnya lagi.

Perdebatan itu  dikomentari oleh Simarmata. Dia bilang, Raja Darmika janganlah yang salah itu diulang-ulang terus, kan sudah ada klarifikasi. “Anda seorang PNS dengan jabatan Kadis Kominfo Natuna, sebaiknya Anda juga ikut memberikan klarifikasi, bukan malah memberikan info yang dapat membuat warga resah. Ingat, Anda PNS,” sergahnya.

Raja Darmika menimpalinya,
belum mendapatkan info klarifikasinya. “Tapi sudah lah. Semua adalah proses yang setiap kita yang terlibat bisa ambil hikmahnya. Intinya pemerintah pusat dalam mengambil keputusan terkait hal ini, akan lebih baik melibatkan Pemda agar terbangun komunikasi publik yang baik,” katanya.

Eddy juga mengingatkan Raja Darmika, boleh saja memposisikan diri di masyarakat. “Tapi harus diingat juga jabatan itu lo melekat,” tuturnya mengingatkan.

Raja Darmika langsung merespon saran tersebut. “Siap salah pak,” sahutnya. (st/ardie)