Suara Tempatan

Beda dan Terpercaya

Ketum TP PKK Instruksikan Kepada Seluruh Kader PKK untuk Konsisten dan Tidak Kendor Kampanyekan Prokes Covid-19

3 min read

SUARATEMPATAN.COM, BATAM – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian memberikan bantuan makanan bergizi untuk ibu hamil, lansia dan balita. Sekaligus sembari membagikan masker dan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Bantuan makanan bergizi untuk ibu hamil diberikan kepada warga di Kelurahan Kelurahan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Tri Karnavian, pembagian bantuan ini adalah salah satu program PKK yang terkait dengan Covid-19, dimana juga nanti ada pembagian masker sebanyak 5 juta masker. ” Saya mendahului di sini membagikan bantuan makanan bergizi untuk para ibu hamil, lansia dan balita, dan terselip juga disitu ada masker, “katanya.

Soal pandemi Covid-19 juga sempat disinggung istri Mendagri Tito Karnavian tersebut. Kata dia, sudah 8 bulan bangsa Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Namun yang disayangkan, masih ada beberapa wilayah yang berstatus zona merah.

“Mungkin ini adalah masalah kita bersama, karena masalah ini hanya bisa diatasi kalau kita bersama-sama, mempunyai visi misi yang sama, melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada, kapanpun juga. Dan menyadari protokol kesehatan kita, keluarga kita dan lingkungan kita yang ujung-ujungnya adalah semua masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kota Batam, lanjut Tri, mungkin roda perekonomiannya masih berjalan baik. Para pegawai negeri juga, tentu sedikit banyak tidak terlalu merasakan dampak ekonomi karena Covid-19, sebab meski banyak kerja di rumah, tapi gaji tetap diterima. Walau pendapatan pasti berkurang.

“Masih beruntung dibandingkan teman-teman kita yang berada di sektor swasta maupun di sektor usaha sendiri wirausaha karena Covid-19 sudah berdampak luas pada sektor-sektor ekonomi tersebut,” katanya.

Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia sudah memasuki resesi. Dan pandemi juga sepertinya belum akan cepat berakhir. Meski begitu, semuanya harus optimis. Ada harapan, vaksin yang bisa mengatasi Covid-19 segera diproduksi. Meski memang agar vaksin bisa menjangkau semuanya, itu juga akan memakan waktu.

“Kembali kepada problem protokol kesehatan yang masih kurang di masyarakat, saya sebagai Ketua Umum TP PKK sudah menginstruksikan kepada semua pengurus PKK di Indonesia, seluruh kader PKK untuk tidak henti-hentinya mengkampanyekan, mensosialsiasikan protokol kesehatan ini kepada masyarakat. Walau pun tidak bisa mencapai seluas-luasnya, tetapi di lingkungan terdekat kita kita harus tetap tidak kendor, tidak boleh kita putus semangat menyelenggarakan kampanye protokol kesehatan,” tuturnya.

Pakai masker, sudah jadi keharusan. Walau diakuinya, masih banyak juga orang yang memakai masker tidak benar. Sehingga tidak efektif menangkal virus.

” Kita masyarakat Indonesia memang guyub, penuh kekeluargaan, selalu berkumpul, nah kebiasaan lama yang mungkin sulit untuk diganti dengan berjarak dengan orang lain. Ini juga harus kita atasi, kenapa kita harus menjaga jarak, jangan sampai berkumpul, mencuci tangan juga,” katanya.

Tri juga mengingatkan, agar warga tidak gampang buka masker ketika ada ruang publik. Apalagi yang banyak orang. Kenapa selalu pakai masker di masa pandemi ini sangat penting, karena memang Covid-19 itu tertularnya melalui alat pernapasan. Bisa menar lewat hidung dan mulut.

“Yang tidak kita sadari adalah kontak antara penderita melalui berbicara, berdekatan dan memegang benda-benda yang terkontaminasi Covid-19. Kampanye ini mungkin bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sudah sangat terlalu sering didengar, namun saya harus sampaikan karena tidak akan pernah kami berhenti-hentinya akan mengampanyekan protokol kesehatan ini,” ujarnya.

Sementara terkait dengan bantuan makanan bergizi, menurut Tri ditujukan kepada ibu hamil, lansia dan juga balita. Walau PKK saat ini sedang fokus mengkampanyekan protokol kesehatan, namun pihaknya juga akan tetap memperhatikan program PKK lainnya. Kepada ibu hamil, Tri berpesan untuk tetap memeriksakan secara berkala kehamilannya. Karena ini penting. Dan juga kesehatan dengan memakan makanan sehat. Serta juga kebersihan diri dan lingkungannya,

“Untuk lansia juga kami harapkan, Posyandu tetap buka ya pak, untuk anak-anak balita jangan sampai jadwal vaksinasi tertunda. Imunisasinya jangan sampai tertunda, ini juga untuk menjaga mereka menjadi generasi muda yang sehat dan kuat. Mari kita bersama-sama terus melaksanakan protokol kesehatan, menyuarakan protokol kesehatan, mengkampanyekan dimanapun berada, dan tentunya melaksanakn untuk kita sendiri dan keluarga kita,” katanya.

(Editor : Indra)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: