Suara Tempatan

Beda dan Terpercaya

Marlin Perkuat Ikatan Emosional dengan Warga Melalui Silaturahmi

2 min read

SUARATEMPATAN.COM, BATAM – Kepulauan Riau yang makmur, berdaya saing, dan berbudaya adalah visi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

Salah satu budaya yang kerap Marlin lakukan adalah bersilaturahmi. Bahkan sudah Marlin lakukan sejak sebelum mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Kepri.

“Silaturahmi ini adalah budaya kita. Dari silaturahmi ini kita memperkuat ikatan emosional,” tutur Marlin saat silaturahmi dengan warga Perumahan Rhabayu Asri Kelurahan Tanjungpiayu Kecamatan Sei Beduk, Kamis (8/10).

Ikatan emosional antara warga dengan pemimpin ini penting. Agar setiap ada permasalahan di tengah warga, dapat dengan mudah disampaikan ke pemimpinnya.

“Saya yakin karena ibu sayang dengan saya, makanya ibu-ibu mau datang ke sini, meluangkan waktu untuk silaturahmi dengan saya. Itu karena kita punya ikatan emosional di sini. Dan kalau sudah punya ikatan emosional, mau curhat ketika ada permasalahan pun akan lebih enak,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Ramah (Muhammad Rudi-Amsakar Achmad) dan AMAN (Ansar-Marlin Amanah Negeri), Kamaluddin.

“Bu Marlin ini punya potensi bagus, didukung masyarakat, khususnya perempuan. Biasanya perempuan punya hubungan emosional dengan sesama perempuan. Kalau sesama perempuan, menyampaikan sesuatu lebih pas,” kata Kamal.

Selain itu, Marlin merupakan putri asli Kepulauan Riau. Ia lahir dan besar di Tanjungbalai Karimun. Jadi ia merasa punya kewajiban untuk turut andil dalam pembangunan daerah. Ini juga latar belakang diusungnya Marlin menjadi Wakil Gubernur Kepri.

“Kita usung biar orang sini yang lahir dan besar di sini yang pimpin negeri. Kalau sudah begitu tak mungkin mengkhiatani negeri dan tak mungkin meninggalkan atau mengkhianati masyarakat sini,” ungkapnya.

Marlin juga tidak asing dengan birokrasi dan pemerintahan. Karena ia merupakan isteri Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam periode 2011-2016 dan Wali Kota Batam periode 2016-2021.

“Beliau juga banyak membina organisasi perempuan. Selama 10 tahun terakhir beliau juga banyak turun ke masyarakat. Industri kecil menengah binaan beliau juga sudah banyak yang berkembang. Fokusnya memang pada ibu-ibu karena beliau ingin ibu-ibu menjadi perempuan yang cerdas. Selain kapasitas dan potensi yang ada, hadirnya perempuan jadi pemimpin adalah kehendak yang diinginkan masyarakat juga khususnya perempuan,” papar Wakil Ketua I DPRD Batam tersebut.

(Editor : Indra)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: