Nasi Uduk Brebes 21 di Tanjungpinang, Sambalnya Bikin Pengunjung Jadi Pelanggan
Beni sedang melayani pesanan pembelinya. Pemilik Nasi Uduk Pecel Lele Brebes 21 ini masih turun lagsung meracik bumbu serta melayani pembeli untuk membantu karyawan dan pembeli tidak terlalu lama menunggu. Foto - ist

SUARATEMPATAN.COM – Bosan dengan makanan yang itu-itu saja? Datang saja ke Nasi Uduk Pecel Lele Brebes 21, depan seberang jalan Pasar Swalayan Wellcome, Bintan Center, Tanjungpinang.

Tempat makan kakilima ini sudah ada di sini sejak 2008 silam. Pemiliknya adalah Beni, lelaki kelahiran Brebes, Jawa Tengah yang merantau ke Tanjungpinang untuk menyuguhkan keahliannya meracik bumbu nasi uduk.

Ia buka mulai pukul 16.00 WIB dan tutup sampai jualannya habis.

Selain nasi uduk, ia juga menyediakan nasi putih biasa. Sementara lauknya yang pasti ada ialah ayam dan ikan. Ada beberapa jenis ikan, namun yang pasti ada adalah lele.

“Bebek kami kesulitan mencari pemasoknya. Kalau di Jawa kan banyak yang ternak bebek, di Tanjungpinang agak susah,” tuturnya.

Sambalnya Datangkan Banyak Pelanggan

Beni mengatakan, nasi uduk dan lauknya mungkin sama dengan pedagang di tempat lain.

“Namun sambal saya memiliki ciri khas sendiri. Dan banyak pelanggan saya dapatkan karena merasakan sambal yang saya racik,” tutur Beni.

Ia lantas menyuguhkan menu utamanya tadi, sambal dengan ayam, tempe dan tahu goreng serta sepiring nasi uduk hangat.

Sambalnya tidak halus, ada beberapa bahan yang oleh Beni sengaja dibiarkan agak mrongkol-mrongkol, seperti tomatnya. Jadi saat disantap selain rasa pedasnya juga masih terasa tomatnya.

Nasi Uduk Pecel Lele Brebes 21 juga tidak pelit sambal. Sambalnya bisa Anda nikmati bersama nasi dan lauk sampai sendokan terakhir.

“Saya sengaja membiarkan pengunjung menikmati sambal sampai nasi dan lauknya habis. Biar puas mereka makan,” imbuh bapak dua anak yang tinggal di Perumahan Taman Lembah Hijau, Jalan Hang Lekir ini.

“Lihat tuh, Bang sambalnya. Satu periuk penuh, memang sambalnya terkenal lezat di warung ini. Biasanya saya sama istri, karena balik jemput anak dari Kijang dan lewat sini, saya bungkus saja hari ini,” ujar Adrian yang memboncengken anaknya dilansir dari suarasiber.com

Beni yang merasa jadi bahan obrolan hanya tertawa kecil sambil menunjuk Adrian, “Ini salah satu pelanggan setia saya.”

Ada cerita unik yang disampaikan Beni tentang sambalnya. Beberapa pelanggannya bukan orang Tanjungpinang, namun di luar pulau. Salah satunya keluarga di Natuna, kabupaten lain di Kepri.

“Setiap ke Tanjungpinang menyempatkan diri menikmati sambal saya,” ungkap Beni.

Sementara untuk pelanggannya di Pulau Bintan, entah itu Kijang atau Tanjunguban, sebulan sekali biasanya datang. (ins)