Nyat Kadir, Presiden Bangun RS Corona di Batam Sebaiknya Dikaji Ulang.

BATAM, SUARATEMPATAN.COM – Terkait dengan Rencana Pemerintah Pusat yang akan Melaksanakan Pembangunan Rumah Sakit Penyakit Menular di Camp Vietnam, Kecamatan Galang, Kota Batam harus dipertimbangkan kembali.

Nyat Kadir sebagai anggota DPR RI asal Propinsi Kepulauan Riau menyampaikan rasa salutnya kepada Pemerintah Pusat atas perhatian dan kepeduliannya terhadap rakyat dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk memerangi virus corona yang sedang merebak dan meresahkan ini, Dengan harapan mampu melindungi segenap Rakyat Indonesia.

“Saya sangat mendukung usaha Presiden Jokowi untuk mendirikan Rumah Sakit Khusus untuk penyakit menular di Indonesia. Namun alternatif memilih camp Vietnam yang berada di kecamatan Galang, Kota Batam ini sebagai tempat Rumah Sakit tersebut dibangun hendaknya dipertimbangkan kembali, sebab Camp Vietnam itu adalah situs sejarah dari salah satu objek wisata yang ada di kota Batam,” ungkap Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem ini, Rabu (4/3/2020).

Camp pengungsi Galang adalah tempat pengungsian orang Vietnam yang pada tahun 1979 – 1996 sering dikenal sebagai manusia sampan. Camp ini berada di pulau Galang di bagian selatan pulau Batam dengan jarak lebih kurang 7 km. Selama kurun waktu 7 tahun, lembaga UNHCR, PBB mengumpulkan para pengungsi perang Vietnam ini, yang tersebar di beberapa pulau seperti: pulau Natuna, Terempa, pulau Anambas dan sekitarnya menjadi satu di tempat ini.

Camp ini dulunya mempunyai beberapa macam fasilitas, seperti: klinik PMI, kantor administrasi dari PBB, tempat pendidikan anak-anak, makam, penjara dan lainnya.

“Tempat ini kemudian ditutup oleh PBB secara resmi pada tahun 1997 dan Pada tahun 2000, camp ini berganti nama menjadi Wisata Sejarah Galang Batam,” Kenang Nyat Kadir yang juga merupakan anggota Mahkamah Kehormatan DPR RI ini.

Ditambahkan lagi ia mengungkapkan camp Vietnam merupakan objek favorit pariwisata di Kota Batam yang banyak dikunjungi dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan lokal dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam.

“Sebaiknya Pembangunan Rumah Sakit Penyakit Menular yang dimaksud oleh Bapak Presiden itu dibangun ditempat yang bukan objek wisata tapi harus di tempat yang tersembunyi dan sepi dari penduduk dan wisatawan serta tidak harus di Kepulauan Riau,” sarannya.

Mantan walikota Batam ini meminta kepada presiden untuk mempertimbangkan kembali dan mencari tempat yang lain yang sepi dari penduduk, jauh dari pemukiman dan belum ada bangunan.

“Sehingga rasa kecemasan, kekhawatiran dari segenap masyarakat tidak terjadi, kan Indonesia ini banyak pulau kosong dan tidak hanya di Kepulauan Riau saja,” pungkas dia. (ST/RRI.co.ud)