BATAM – Para pemakai dan pecandu yang selama ini terlanjur memakai Narkotika jangan takut untuk melaporkan diri untuk rehabilitasi.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri dengan tangan terbuka akan merehab para pemakai sampai sembuh.

“Dan jangan khawatir dengan isu-isu yang menyatakan pasien rehab akan dikorek informasi darimana selama ini mereka mendapatkan barang haram tersebut,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi, BNNP Kepri, Melly Puspita Sari, S.Psi, Psikolog dalam Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi yang ditaja oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Kepri, Kamis (12/3) di PIH Hotel.

Acara ini diikuti oleh 51 peserta Se-Kepri. Mereka terdiri dari unsur OPD provinsi dan kabupaten/kota, diantaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi dan kabupaten/kota, Dinas Pemberdayaan masyarakat desa provinsi dan kabupaten kota, camat di Batam dan Bintan, KPPAD, tokoh masyarakat yang responsif terhadap permaslaahn narkoba, Radio Batam FM, IMM, BEM Ibnusina, PMII, rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota yang melayani rehabilitasi narkoba, klinik swasata yang melayani rehabilitasi narkoba.

Turut juga unsur dari lapas narkotika, BNN Kota Batam, Tanjugpinang dan BNN Tanjungbalai Karimun.

Menurut Melly, isu pasien rehab akan dikorek keterangan soal sumber barang haram yang didapatkan oleh pemakai  selama ini adalah kabar petakut yang sengaja dihembuskan oleh para bandar dan sindikat.

“Saya jamin tak ada hal-hal seperti itu. Ini cuma marketing bandar dan pengedar agar tidak dekat dengan BNN,” tegas Melly.

Dalam kesempatan itu dia juga menegaskan bahwa masyarakat perlu berperan serta memberi informasi seputar tetangga, sahabat atau sanak keluarga yang mulai terpapar narkoba.

“Nanti kami dari BNN akan meminta RT/RW, tokoh masyarakat, pihak berwenang melakukan pendekatan,” katanya.

Sosialisasi ini juga diisi oleh Kepala BNNP Kepri, Brigjend Pol Richard M. Nainggolan, MM, MBA, Kepala Loka Rehabilitasi, dr Danu dan Kasi Passa Rehabilitasi BNNP Kepri, dr Arnina. (st)