Perayaan Malam 7 Liko Ramadhan, Berlangsung Meriah, Gapura Pelite Indah Berdiri di Kampung Budus, Lingga

SUARATEMPATAN.COM – Perayaan Malam 7 Liko Ramadhan di Kampung Budus Desa Merawang, Kabupaten Lingga berdiri Gapura Pelite dengan mempertahankan adat dan tradisi turun temurun hingga kini masih di pertahankan oleh Masyarakat Desa Kampung Budus dan kampung lainnya di Kabupataen Lingga.

Warga masyarkat kampung Budus di Kabupaten Lingga ini, sudah mempersiapkan pembuatan Gapura Pelite sejak Tanggal 26 April 2021 lalu.

Kini Gapura Pelite di Kampung Budus Desa Merawang Kabupaten lingga, berdiri kokoh dengan kerlap kerlip sinar pencahayan dari Ratusan Lampu minyak tanah yang disusun sedemikian rupa di malam hari ketika diliput nasionalsiber.com Sabtu 8/5/2021.

Mereka kompak bekerja sukarela dan gotong royong dalam pembuatan gerbang gapura pelite ini.
Bahan material yang digunakan adalah sederhana, dari potongan kayu broti disusun dan dibentuk sebuah kubah yang di kelilingi lampu lentera berbahan bakar dari minyak tanah.

Selain pintu gerbang, lampu pelite juga menghiasi di setiap rumah warga dan jalan sehingga kemeriahan sangat terasa di rasakan oleh seluruh masyarakat kampung budus dan Kabupaten Lingga pada umumnya.

Kerja keras masyarakat kampung budus desa merawang ini terbayarkan sudah, kepuasan warga tak bisa dilai dengan apaun, dalam tradisi ini terus berlangsung di setiap tahun dalam rangka memeriahkan Bulan suci Ramadhan 1442 H hingga menyambut Hari raya idul fitri 1 Syawal 1442 H mendatang.

Dalam pembuatan Gapura Pelite ini tak hanya di Kampung Budus saja, ada jg beberapa tempat di desa tetangga juga melakukan hal yang sama, mereka terus menjaga kelestarian budaya nenek moyang yang sampai kini masih dijaga oleh generasi sampai sekarang.

Syuhermansah alias Ndong salah seorang pemuda kampung Budus menjelaskan, “Kami beserta para pemuda lainnya di setiap tahun selalu menyambut malam 7 liko (27 Ramadhan) dengan mempersiapkan segala sesuatunya jauh juh hari.

“Kami semua pemuda sangat bersemangat, bekerja sama gotong royong untuk mempersiapkan Pintu Gerbang ini dan semuanya kami buat dari bahan kayu dan triplek, dan pada puncaknya pada malam 7 liko (27 Ramadhan) dan akan di meriahkan pada malam puncaknya berikutnya pada malam hari raya Idul Fitri.”Jelas Ndong kepada suaratempatan.com.

Lanjut Ndong,“Kami semua para pemuda dan masyarakat kampung Budus Desa Merawang Kecamatan Lingga sangat antusias merayakan malam 7 liko.”Adat dan tradisi ini juga di semarakkan oleh semua warga dengan membawa makanan tradisional seperti Lakse dan Gubal sagu.

“Alhamdulillah hingga sampai sekarang tradisi seperti ini akan tetap terjaga dan tak kan pernah hilang walau pun kita semua tau sekarang dalam kondisi pandemi covid-19. Dan tak lupa dalam proses kegiatan malam 7 liko ini kami semua tetap mematuhi himbauan pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan.”Tutupnya. (zai/red)