NATUNA, Puskesmas Ranai terus memberi pelayanan kesehatan bagi warga Natuna, dalam pembagian masker gratis. Pelayanan ini sesuai instruksi Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, setiap Puskesmas se-Natuna harus menjadi Posko Kesehatan bagi warga Kabupaten Natuna.
Kebijakan Hamid, salah satu solusi, agar warga Natuna tidak merasa cemas, dengan kehadiran 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok, sedang di karantina selama 14 hari di Hanggar Bandara Raden Sadjad Ranai, sejak Minggu, 2 Februari.

Wajar warga Natuna merasa cemas, Wuhan lokasi berkembangnya virus Corona. Virus mematikan, belum ada obat penawarnya. Sehingga warga melakukan aksi demontrasi menolak, dengan keputusan pemerintah, menetapkan Natuna sebagai lokasi karantina 238 WNI dari Wuhan.

Demontrasi berhari-hari, salah satu poin, meminta pemerintah membangun Posko Kesehatan darurat di sejumlah titik di Natuna. Rupanya permintaan itu, dikabulkan. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Natuna, Puskesmas dijadikan Posko Kesehatan.

Kebijakan Kementerian Kesehatan, beberapa titik di Kota Ranai, di bangun Posko Kesehatan. Dengan pelayanan 24 jam, khusus Posko Kesehatan di Pantai Piwang, dahulu bernama Pantai Kencana Ranai.

“Ya, kalau mau masker, silahkan warga datang ke posko-posko kesehatan,” kata salah seorang petugas pembagi masker gratis di Puskesmas Ranai, Jumat pagi 7 Februari 2020. “Masker dibagikan, tidak dikenai bayaran alias gratis,” katanya.

Namun petugas itu berpesan, bagi warga Natuna yang telah menggunakan masker agar dikumpulkan. Jangan dibuang sembarangan. Lalu dibawa ke Puskesmas Ranai, untuk ditukar masker baru.

“Kami memberi pelayanan hingga sore, kalau pelayanan 24 jam, Posko Kesehatan di Pantai Piwang Ranai,” katanya. (st/ardie)