Sebuah Cerpen Sekali… Bacalah, Jangan Pendam Penasaranmu

Pertama, jangan hujat aku karena mencintaimu. Apalagi menggalang suara di media sosial, seperti yang belakangan ini lagi ngetrend.

Ini sebuah cerpen, kalian pasti tahu kepanjangannya: cerita pendek. Namun kalian juga harus membaca satu kata di belakangnya: sekali.

Yah, di dalam kolom ini aku memang ingin menuliskan sebuah cerita pendek sekali.

Berawal dari hujan di sebuah pantai antah berantah
dengan bahasa yang juga antah berantah
kita berdiri nyaris bersentuhan
di atap bangunan yang tersisa
hanya kita
karena yang lain memilih berteduh di tempat lain
mungkin mereka menganggap kita gila
nyatanya hujan di kulit kita
tetapi lagu di hatiku
(aku tak tahu apakah juga sama bagimu)

senin: kutunggu dirimu, kamu berlalu begitu saja
selasa: kusapa dirimu, aih cuek bebek way
rabu: kali ini kurapalkan mantra, hmmm menengok kejap pun nggak
kamis: aku teriak biar semua tahu, dan kamu berhenti, menatapku, lalu pergi
jumat: baru saja mau teriak, kamu datang dan bilang: gila!!!
sabtu: kutumpah semua pengharum tubuhku, berharap dirimu berlama-lama denganku
minggu: sampai semutan hatiku menunggu

sejak itu dirimu bahkan tak pernah kujumpa. …. dan begituleh cerpen sekali.

bintan centre, hujan tak malu-malu turun, deras dengan musik petir