Warga Seipelunggut Keluhkan Pembangunan Tower Telkomsel, Perpat: Membahayakan Warga Setempat
BATAM, Pembangunan Tower jaringan 4G LTE, di permukiman warga di daerah Kelurahan Sei Pelunggut Kecamatan Sagulung, Batam, dikomplain oleh Ketua DPC Perpat Kecamatan Sagulung.

Proyek Tower Telkomsel dilakukan oleh salah satu kontraktor guna membantu kebutuhan masyarakat di Sei Pelunggut, Sagulung, tetapi tingkat kemiringan tower tersebut sangat menghawatirkan warga masyarakat setempat.

“Saya jelaskan kenapa kita komplain tower Telkomsel itu, sebab tingkat kemiringannya sangat menghawatirkan warga ,” ucap Ketua DPC Kecamatan Sagulung, Budi Sihombing, Sabtu (15/8/2020)

Budi, mengatakan sebenarnya Perpat sangat mendukung kinerja pihak kontraktor yang mendirikan tower telkomsel, namun pihak kontraktor tersebut harus memperhatikan standar pembangunannya.

“Kita sebenarnya mendukung pembangunan tower jaringan Telkomsel yang dilakukan oleh pihak kontraktor tersebut, akan tetapi kontraktor itu harus memperhatikan warga masyarakat setempat, sebab tempat dia mendirikan tower itu didalam permukiman warga,” ujarnya.

Sementara itu kontraktor yang mendirikan tower Telkomsel di permukiman warga masyarakat tersebut, ketika dikonfirmasi dirinya mengatakan bahwa pendirian tower Telkomsel itu sudah sesuai dengan kesepakatan warga.

“Terkait type dan ketinggian sudah sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang telah ditandatangani warga serta sudah sesuai peraturan yang berlaku, telah mendapat persetujuan warga dan radius sempadan, ada dokumen dan fohoto nya warga yang telah tanda tangani persetujuan dan telah di berikan tali kasih melalui kwitansi yang lengkap,” ujar Nadea.

Masih kata dia, menara telah melewati prosedur mulai dari awal
Menara bukan ilegal dan di bangun untuk dapat melayani kebutuhan warga khususnya saat Pandemi covid 19,” ujarnya.

Dan kehadiran menara, kata dia. tidak ada merugikan warga tapi justru warga mendapatkan manfaat dengan hadirnya Sinyal 4G/LTE di pemungkiman mereka,” katanya