Wuih Ribetnya Ekspor Rumput Laut dari Belakangpadang, Ini Solusi Rudi
Kekompakan seperti ini menimbulkan semangat untuk terus saling membahu memajukan kampung tangguh Amat Belanda. Foto - humas batam

SUARATEMPATAN.COM – Pulau Amat Belanda di Kecamatan Belakangpadang memiliki potensi rumput laut yang potensial membantu perekoniman warga setempat. Sayang, ekspor rumput laut masih berbelit-belit.

Hal ini disampaikan nelayan saat kunjungan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama Kepolresta Barelang Kombes Yos Guntur dan Dandim 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, Sabtu (6/2/2021).

Kunjungan para petinggi tersebut untuk meresmikan Pulau Amat sebagai kampung tangguh. Peresmian ini mendapat apresiasi karena mampu meningkatkan ekonomi warga di tengah wabah corona.

“Saya sudah lihat, bagaimana pengelolaan rumput laut yang menjadi penopang ekonomi warga. Kita sangat bersyukur, masyarakat bisa lebih sejahtera,” kata Wali Kota, dilansir dari mediacenter.batam.go.id, Minggu (7/2/2021).

Rudi meyakinkan, pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu keperluan. Ia juga berharap, tak hanya Pemko Batam saja hadir di sana, ia meminta pemerintah setingkat provinsi juga memberikan perhatian banyak agar masyarakat makin termotivasi.

Ternyata proses ekspor yang justru harus mendapatkan jalan keluar. Ternyata rumput lautnya harus dibawa ke Singapura dahulu, baru dikirimkan ke berbagai negara tujuan.

Ongkos yang harus dikeluarkan untuk urusan tetek-bengek tadi mencapai 700 dolar Singapura.

Sebagai upaya jalan keluar, Rudi menawarkan ekspor melalui jalur udara. Ia berjanji akan mempertemukan pengekspor rumput laut tersebut dengan sejumlah maskapai agar ekspor rumput laut tersebut lebih praktis dan efisien.

“Kita akan terus coba mendampingi warga, mudah-mudahan produk ini jadi unggulan di pulau ini (Amat Belanda). Selain itu, saya sampaikan terima kasih kepada Polresta Barelang yang menginisasi adanya Kampung Tangguh tersebut,” kata dia. (zai)